TAGARNUANSA

Inilah Perbedaan Online Shop, Marketplace, dan E-Commerce Yang Wajib Kamu Ketahui

Inilah Perbedaan Online Shop, Marketplace, dan E-Commerce Yang Wajib Kamu Ketahui
Minggu, 01 Oktober 2017
image
Melakukan rutinitas sehari-hari seperti halnya belanja berbagai jenis barang dan makanan merupakan suatu hal yang wajib bagi setiap orang untuk memenuhi kebutuhannya. 

Hampir setiap orang saat ini sudah mengenal yang namanya online shop dan bahkan mungkin banyak juga dari kalian yang sudah pernah melakukan transaksi secara online, namun walaupun kebanyakan sudah familiar atau kenal dengan yang namanya online shop, pasti sesekali pernah juga mendengar istilah-istilah sejenis seperti misalnya marketplace dan ecommerce.

Lantas apakah perbedaan dari ketiga istilah diatas? apakah dari ketiganya itu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing? Walaupun sekilas memiliki fungsi yang sama, namun ketiga istilah diatas memiliki arti yang berbeda dan memiliki metodenya masing-masing dalam bekerja.

Untuk itulah maka akan saya bahas satu persatu ketiga istilah diatas agar kamu bisa lebih memahaminya dan tidak keliru lagi dalam mengartikan ketiga istilah diatas. baiklah berikut penjelasannya.


Online Shop

Online Shop awalnya adalah sebuah istilah yang digunakan banyak orang untuk menyebut suatu kegiatan yang berkaitan dengan jual beli secara online, untuk lebih mudahnya online shop adalah berbagai toko online yang dikelola oleh seseorang di media sosial baik itu melalui Whatsapp, BBM, Line, Instagram, Facebook dan lain sebagainya.

pembeli bisa langsung berbincang dengan penjual melalui salah satu media sosial diatas, baik itu masalah harga, cara pembayaran, dan produk yang akan dibeli.

Online shop sebenarnya tidak begitu disukai terutama bagi mereka yang ingin benar-benar serius melakukan bisnis secara online, karena sebagian besar dari mereka akan memilih untuk membuka situs penjualannya langsung, atau membuka toko onlinenya di marketplace, karena selain lebih terlihat professional, pembeli juga lebih mudah dalam melakukan transaksi.

Namun bukan berarti online shop buruk, boleh saja kamu mendirikan online shop, namun saran saya hanya sebagai batu loncatan saja dan hanya sebagai media promosi yang mengarahkan pembeli ke situs penjualan milik kalian.

Selanjutnya dirikanlah situs penjualan sendiri agar brand kamu bisa lebih cepat dikenal dan lebih terlihat professional, pembeli pun akan lebih percaya dan menilai bahwa situs penjualan kamu lebih worth ketimbang sekedar online shop yang didirikan di berbagai media sosial.


Market Place

Sistem dalam market place sedikit berbeda dengan online shop, dimana marketplace memfasilitasi berbagai keperluan yang dibutuhkan oleh para penjual yang ingin membuka tokonya secara online, mulai dari fasilitas pembayaran, diskusi produk, dan penilaian berbagai macam produk.

Sistem pemasaran seperti ini telah banyak berkembang di Indonesia, contoh situs marketplace lokal yang telah banyak dikenal sekarang ini seperti misalnya, tokopedia.com, lazada.com, bukalapak.com, olx.com, dll.

kelebihan yang ada di marketplace adalah kamu tidak perlu repot-repot mengatur berbagai macam sistem mulai dari pembayaran, desain toko online, dan lain-lainnya, karena semuanya telah difasilitasi.

Namun kekurangannya adalah kamu tidak memiliki kontrol dan hak penuh atas toko online yang kamu buka di salah satu situs marketplace, jadi jika sewaktu-waktu situsnya di tutup atau terjadi hal buruk lainnya, maka sudah tentu toko online kamu juga akan terkena dampaknya, selain itu juga karena kamu menumpang jualan di situs orang lain, maka brandnya pun akan sulit berkembang dan dikenal banyak orang.

E-Commerce

Hampir mirip dengan marketplace, ecommerce juga menyediakan berbagai macam produk di suatu situs yang akan dibeli oleh konsumen, perbedaannya hanyalah pada sistem kepemilikan.

Artinya jika dalam marketplace penjualnya berasal dari banyak orang yang berbeda dengan online shopnya masing-masing, maka berbeda dengan e-commerce, karena e-commerce tidak menyediakan lapak jualan bagi orang lain yang berarti dikelola oleh pemilik situsnya langsung mulai dari barang yang dijual, pembayaran, diskusi produk, semuanya dikelola oleh pemilik situs, contoh ecommerce terbesar yang ada di Indonesia seperti misalnya zalora.com, mataharimall.com, dll.

Kelebihan dari ecommerce adalah kamu memiliki hak penuh atas toko online yang kamu miliki, karena kamu sendiri pemilik situsnya, maka kamu pula lah yang mengatur berbagai macam sistem mulai dari tata cara pembayaran, diskusi produk, dan desain toko onlinenya bebas kamu atur sesuka hati.

Selain itu brand kamu juga akan lebih mudah dikenal oleh banyak orang, namun kekurangannya sudah jelas karena kamu memiliki tanggung jawab penuh atas situs penjualannya.

Jadi jika ada berbagai masalah yang muncul kamu sendiri yang harus mampu memperbaikinya, namun kekurangan ini akan menjadi suatu tantangan tersendiri terutama bagi mereka yang memang hobby di bidang tersebut.


Nah, itulah beberapa penjelasan singkat seputar tiga perbedaan istilah yang memiliki fungsi sama satu sama lain, semoga dengan membaca artikel ini kamu jadi lebih mengerti dan mampu menentukan pilihan mana yang terbaik bagi kamu jika ingin mulai untuk berbisnis secara online.

Jangan lupa jika masih ada yang kurang jelas dan paham atau hanya ingin sekedar berdiskusi tentang artikel ini, kamu bisa langsung saja menuliskan komentar kamu di kolom komentar yang telah tersedia di bawah ini.

Share This Article :
Andhika Pandanu

Hello, I am an online and real world science seeker, and happy to share it.

Follow my social media account
ig : @dhika_dn 

TAMBAHKAN KOMENTAR