TAGARNUANSA

Salem, Brebes Hit By Disaster In 2018! Apa Yang Salah?

Salem, Brebes Hit By Disaster In 2018! Apa Yang Salah?
Jumat, 23 Februari 2018
Assalamualaikum,

Halo teman-teman semua apa kabarnya hari ini? mudah-mudahan Allah SWT selalu memberikan perlindungan, kesehatan, serta keselamatan bagi diri kita masing-masing. Karena, sejatinya tidak ada pertolongan yang paling ampuh selain darinya.
img

Februari 2018, ada kabar duka yang begitu mendalam bagi warga Jawa Tengah tepatnya di daerah Pegunungan Lio, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Hujan turun terus-menerus tanpa henti di daerah tersebut, yang dimana musim hujan memang identik dengan bencana alam di Indonesia.


Bencana yang seharusnya tidak terjadi ini menjadi problema baru bagi warga masyarakat setempat, betapa tidak ini merupakan bencana terbesar hingga saat ini yang dialami daerah tersebut. Karena, tidak hanya tanah longsor, namun banjir juga ikut terjadi di beberapa wilayah sekitar dan parahnya lagi ada tanggul bendungan yang jebol sehingga beberapa warga terpaksa harus mengungsi karena dikhawatirkan terjadi banjir bandang.


Hingga saat ini, 5 petani dinyatakan tewas tertimbun longsor, dan 15 orang lainnya hilang. Dan dini hari tadi ditemukan korban baru di pinggiran sungai yang tidak dikenali. Masyarakat sekitar menyebutkan korban tersebut adalah korban hanyut yang terbawa oleh derasnya air sungai. Kenapa saya bisa tahu? karena saya sendiri adalah orang asli sana dan saudara saya yang mengabarkannya langsung.



Mari sekarang kita bahas apa itu bencana tanah longsor dan banjir serta kenapa bisa terjadi?

Tanah longsor merupakan salah satu bencana yang paling ditakuti di Indonesia, karena berdasarkan data dari Pemerintah sebanyak 40,9 juta warga Indonesia tinggal di daerah rawan longsor!

Di Indonesia terdapat 274 Kabupaten/Kota merupakan daerah bahaya sedang-tinggi terjadinya tanah longsor. Tidak heran jika tanah longsor menjadi bencana yang sangat dikhawatirkan karena memang banyak penduduknya yang tinggal di wilayah tersebut.


Berdasarkan Wikipedia Gerakan Tanah atau yang biasa disebut Tanah Longsor adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan dan tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Penyebabnya pun bervariasi;



  • Erosi yang disebabkan aliran air permukaan atau air hujan, sungai-sungai atau gelombang laut yang menggerus kaki lereng-lereng bertambah curam.
  • Lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat.
  • Gempa bumi menyebabkan getaran, sehingga tekanan pada partikel-partikel mineral dan bidang lemah pada massa batuan dan tanah mengakibatkan longsornya lereng-lereng tersebut.
  • Gunung berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu.
  • Getaran dari mesin, lalu lintas, penggunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan petir.
  • Berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju.


Cukup banyak memang penyebab terjadinya tanah longsor jika di kelompokan secara umum. Namun, khusus untuk bencana tanah longsor di daerah Brebes ini, ada beberapa hal utama yang akan saya singgung karena menurut saya sangat berdampak langsung terhadap terjadinya bencana.

Pembabatan Hutan Yang Kurang Akurat Untuk Pembangunan Kawasan Wisata

Tidak dapat dipungkiri saat ini Kabupaten Brebes sedang gencar-gencarnya melakukan promosi kawasan wisata untuk wilayah kecamatan salem, tidak tanggung-tanggung banyak kawasan yang berlomba-lomba untuk membangun tempat wisata agar dapat mendatangkan banyak pengunjung dan mengenalkannya kepada mereka. Dan ini pun berhasil, banyak pengunjung yang tertarik dan berdatangan bahkan dari luar kota.

Namun, ternyata yang terjadi diluar dugaan, pembabatan hutan yang terlalu berlebihan dan hanya menyisakan pepohonan yang kecil-kecilnya saja serta proses Reboisasi yang tidak seimbang dan butuh waktu yang cukup lama mengakibatkan daur air di tanah menjadi tidak terkendali, karena hanya sedikit yang terserap oleh pepohonan, apalagi intensitas turunnya hujan di wilayah tersebut cukup tinggi.


Kenapa saya berani memberikan asumsi ini?


Karena saya melihat bencana tanah longsor sebagian besar terjadi di kawasan yang menjadi tempat wisata. Tidak hanya saya yang berpendapat seperti ini, banyak dari teman-teman saya pun yang menyayangkan hal tersebut.


Dan lebih mirisnya lagi ternyata PEMDA mengeluarkan aturan untuk menghilangkan pohon di pinggir jalan sejauh 30 Meter kanan dan kiri!



Intensitas Hujan Tinggi Yang Terjadi Selama Berhari-hari

Ini merupakan penyebab utama yang paling berdampak langsung terhadap terjadinya bencana, namun lagi-lagi saya akan tetap menyinggung poin yang pertama juga karena kedua alasan ini saling berkorelasi.

Logikanya sederhana, jika memang bukan karena pembabatan hutan yang terlalu berlebihan kenapa sebelum-sebelumnya belum pernah ada kejadian bencana sebesar ini, dan memakan korban yang cukup banyak, padahal seperti yang sudah saya sebutkan diatas bahwa wilayah Salem, Brebes dari dulu memang memiliki intensitas hujan yang tinggi.

Harus saya akui memang selalu ada beberapa bencana tanah longsor yang terjadi, tapi sekali lagi untuk yang separah ini dalam sepengetahuan saya yang tinggal cukup lama di daerah tersebut belum pernah terjadi sama sekali.

Buang Sampah Sembarangan Yang Berdampak Terhambatnya Aliran Sungai Atau Kali

Walaupun masih di daerah pegunungan, tapi saya sudah melihat beberapa sungai yang airnya telah tercemar karena ulah para warganya sendiri, apalagi kalo buka buang sampah seenaknya tanpa pikir panjang, mereka pikir dengan buang sampah ke sungai akan hilang begitu saja terbawa arus sungai, tapi maaf kalian salah besar justru itu adalah salah satu faktor pemicu dari terjadinya bencana banjir dari sekian banyak penyebab-penyebab lainnya.

Intensitas air sungai yang meningkat dengan cepat mengakibatkan air tidak dapat diserap lagi oleh tanah di wilayah tersebut, dan diperparah dengan sampah-sampah yang menumpuk sehingga menghambat aliran sungai dan air menjadi meluap melewati batas ketinggian tanah di sungai tersebut.

Aliran sungai yang tinggi dapat mengikis sedikit demi sedikit lapisan tanah yang dilewatinya, dan saat melewati daerah yang curam maka tidak heran tanah longsor pun terjadi, akibat pengikisan tanah di bagian dasar oleh air sungai yang lewat kawasan tersebut.

Jadi, sekarang bagaimana?

Sekarang marilah kita berbenah diri dan senantiasa menjaga alam, jaga hutan, dan jangan sekali-kali menebang pohon sembarangan tanpa perhitungan, boleh menebang tapi harus dengan penanaman kembali secepatnya bukan ditebang sampai habis tanpa sisa.

Dan ini yang tidak kalah penting, JANGAN PERNAH SEKALI-KALI MEMBUANG SAMPAH ATAU APAPUN DI SUNGAI ATAU KALI!!!

sengaja saya CAPSLOCK, biar ampuh dan bukan hanya dibaca tapi dipraktekan!

Akhir Kata

Dibalik semua kejadian pasti ada hikmahnya, dan sepertinya ini memang merupakan teguran dari sang maha pencipta untuk kita semua, disatu sisi ia ingin agar kita menjaga tempat tinggal kita dengan sebaik-baiknya dan jangan pernah merusaknya apalagi hanya untuk kepentingan satu orang dan mengorbankan orang-orang lain di bawahnya ( pahami maknanya ).

Dan di sisi lain, tentu saja sebagai peringatan bagi kita yang barangkali sudah begitu lalai terhadap perintah-perintahnya serta dengan mudahnya melanggar apa yang dilarangnya.

Bahkan dalam Al-qur'an pun, Allah SWT telah secara jelas menyebutkannya;

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

"Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah mema'afkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)" (QS. As-Syuura: 30)

Terakhir, saya berharap semoga korban-korban yang masih hilang bisa segera ditemukan dan semoga keluarga-keluarga dari para korban tanah longsor ini diberikan ketabahan serta kekuatan agar bisa tetap tegar dan tabah menghadapi cobaan ini.

Wassalamualaikum.

Share This Article :
Andhika Pandanu

Hello, I am an online and real world science seeker, and happy to share it.

Follow my social media account
ig : @dhika_dn 

TAMBAHKAN KOMENTAR