TAGARNUANSA

Cara Mudah Menghitung Anggaran Operasional Perusahaan

Cara Mudah Menghitung Anggaran Operasional Perusahaan
Rabu, 18 April 2018
Anggaran merupakan sejumlah uang yang dihabiskan dalam periode tertentu untuk melaksanakan suatu program. Tidak ada satu perusahaan pun yang memiliki anggaran yang tidak terbatas, sehingga proses penyusunan anggaran menjadi hal penting dalam sebuah proses perencanaan.(sumber:wikipedia)
img

Sedangkan, operasi adalah area bisnis yang berfokus pada proses produksi, serta memastikan pemeliharaan dan perkembangan berlangsung secara efektif dan efisien.


Seorang manajer operasi bertanggung jawab mengelola proses pengubahan input (dalam bentuk material, tenaga kerja, dan energi) menjadi output (dalam bentuk barang dan jasa).(sumber:wikipedia)


Jadi, secara sederhana yang dimaksud dengan Anggaran Operasional adalah seluruh anggaran yang dikeluarkan pada suatu program tertentu untuk melakukan suatu proses produksi dari mulai proses pengubahan input hingga menjadi output, dan semua hal yang berhubungan dengan proses produksi dimasukkan ke dalam anggaran operasional mulai dari anggaran penjualan, produksi, kebutuhan dan pembelian bahan, hingga anggaran biaya operasi.


Di bawah ini kita akan mencoba untuk mencari anggaran operasional dari salah satu perusahaan yang dinamakan PT. Mebelkita yang melakukan proses produksi pada bulan November 2013.


Oke langsung saja berikut uraiannya.


Cara Mudah Menghitung Anggaran Operasional Perusahaan

Materi Lainnya:

SOAL!


PT. Mebelkita adalah produsen meja. Produk perusahaan ini adalah meja tulis (MT), meja komputer (MK), meja belajar (MB), dan meja makan (MM). Pada bulan November 2013, departemen anggaran perusahaan ini menyajikan data berikut berkaitan dengan pembuatan anggaran perusahaan tahun 2014;


Perusahaan berusaha menjual MT sebanyak 10.000 unit, MK sebanyak 8000 unit, MB sebanyak 6000 unit, dan MM sebanyak 4000 unit. Sedangkan harga jual per unitnya adalah Rp.200.000 untuk MT, Rp.250.000 untuk MK, Rp.300.000 untuk MB, dan Rp.750 untuk MM.


Diperkirakan persediaan meja pada awal tahun 2014 sebanyak 2400 unit MT, 1.500 unit MK, 1.100 unit MB, dan 600 unit MM. sedangkan persediaan meja pada akhir tahun 2014 yang diinginkan adalah sebanyak 600 unit MT, 700 unit MK, 1.200 unit MB, dan 750 unit MM.


Keempat produk tersebut menggunakan bahan baku yang sama, yaitu Kayu, Kayu Lapis, dan Melamin. Setiap 1 unit MT membutuhkan 1 meter kayu, 3 meter kayu lapis, dan 1 meter melamin. Sedangkan setiap 1 unit MK membutuhkan 0,5 meter kayu, 2 meter kayu lapis, dan 1,2 meter melamin. Setiap 1 unit MB membutuhkan 1 meter kayu, 2,5 meter kayu lapis, dan 1,5 meter melamin. Dan setiap 1 unit MM memerlukan 2 meter kayu, 2 meter kayu lapis, dan 2 meter melamin.


Diperkirakan harga beli semua bahan baku tersebut stabil sepanjang tahun 2014 mendatang, dimana harga beli 1 meter kayu sebesar Rp.19.000; harga beli 1 meter kayu lapis Rp.15.000; dan harga beli 1 meter melamin sebesar Rp.12.500.


Diperkirakan persediaan bahan baku pada awal tahun 2014 adalah 4000 meter kayu, 2.800 meter kayu lapis, dan 1.500 meter melamin. Sedangkan persediaan bahan baku yang diinginkan untuk akhir tahun 2014 adalah 2.500 meter kayu, 3000 meter kayu lapis, dan 900 meter melamin.


Untuk membuat satu MT diperlukan 4 jam kerja langsung, MK memerlukan 5 jam kerja langsung, MB 7 jam kerja langsung, dan MM 7 jam kerja langsung. Setiap tukang kayu dibayar Rp.3000 per jam kerja, sedangkan untuk biaya overhead pabrik ditetapkan sebesar Rp.1.500 per jam kerja langsung.


Diperkirakan selama tahun 2014 perusahaan akan mengeluarkan biaya pemasaran sebesar Rp.168.000.000 serta biaya administrasi dan umum sebesar Rp.48.000.000.


DIMINTA:


Buatlah anggaran operasional PT. Mebelkita!


1.) Anggaran Penjualan



img

Rumus;

(Volume x Harga)

2.) Anggaran Produksi



img

Rumus;

(Volume Penjualan + Persediaan Akhir - Persediaan Awal)

3.) Anggaran Kebutuhan dan Pembelian Bahan



img

Rumus;

(Bahan Produk x Volume Produksi)


img

Rumus;

(Kebutuhan Produksi + Persediaan Akhir - Persediaan Awal)

4.) Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Overhead



img

Rumus;

(Kerja Total x Tarif jam)

5.) Anggaran Biaya Operasi



img

Penyelesaian;


Anggaran biaya operasi biasanya telah tercantum di soal, sehingga kita hanya perlu menentukan mana yang termasuk ke dalam biaya administrasi & umum serta mana yang termasuk ke dalam biaya pemasaran untuk kemudian kita jumlahkan masing-masing biaya tersebut.


Pada kasus atau soal ini biaya operasi telah di rangkum langsung tanpa diuraikan sebelumnya tentang biaya-biaya yang akan masuk ke dalam lingkup biaya administrasi umum serta biaya pemasaran, sehingga jika kalian pembagian biaya-biaya tersebut silahkan perhatikan penjelasan singkat berikut.

Biaya Pemasaran;



  • Biaya iklan
  • Biaya gaji dan komisi salesman
  • Biaya angkut penjualan

Biaya Administrasi & Umum;


  • Gaji pegawai administrasi
  • Biaya LAT
  • Biaya penyusutan asset


Perlu diperhatikan bahwa pembagian biaya diatas hanyalah sebagai contoh jika nanti kalian menemukan soal dengan pembagian biaya yang masih terpisah, sehingga tidak semua soal hanya memiliki objek biaya seperti yang saya sebutkan diatas, bisa saja lebih dan bisa juga kurang.

Namun, sebenarnya tidak terlalu sulit untuk membedakan pembagian biaya dari kedua objek diatas, karena kedua objek tersebut mudah untuk di pisahkan.

Itulah penjelasan yang dapat saya sampaikan mengenai "Perhitungan Anggaran Operasional Perusahaan". Mudah-mudahan bermanfaat bagi kalian yang telah berkunjung disini.

Share This Article :
Andhika Pandanu

Hello, I am an online and real world science seeker, and happy to share it.

Follow my social media account
ig : @dhika_dn 

TAMBAHKAN KOMENTAR