TAGARNUANSA

Bagaimana Budaya Kerja Yang Baik dalam Organisasi atau Perusahaan?

Bagaimana Budaya Kerja Yang Baik dalam Organisasi atau Perusahaan?
Jumat, 04 Mei 2018
Budaya ibarat pondasi bagi organisasi, mirip seperti pondasi dalam bangunan, tanpa pondasi yang kuat, maka organisasi tersebut akan mudah goyah dan tidak akan mampu menghadapi berbagai macam rintangan dan masalah yang selalu datang setiap saat tanpa adanya peringatan sebelumnya.
budaya organisasi (corporate culture)
Menurut Willy Susilo  dalam bukunya Audit Sumber Daya Manusia. Corporate Culture adalah norma-norma dan nilai-nilai positif yang telah dipilih menjadi pedoman, ukuran, dan kepatuhan perilaku organisasi.

Pembentukan budaya organisasi menjadi sangat penting dan relevan di dalam Manajemen SDM.

Bagaimana Budaya Kerja Yang Baik dalam Organisasi atau Perusahaan?


Proses Terbentuknya Budaya Organisasi
budaya organisasi (corporate culture)
Terbentuknya budaya organisasi awalnya dimulai dengan proses identifikasi norma-norma positif yang sudah berlalu atau yang baru mau dibentuk dengan segala macam pertimbangan.

Pertimbangan yang dilakukan tersebut harus mampu menjadi tolak ukur terkait apakah norma tersebut layak untuk dimasukkan ke dalam organisasi atau justru harus dihilangkan karena dapat membahayakan kelangsungan kerja bagi organisasi atau perusahaan tersebut.

Yang selanjutnya dilakukan diskusi nilai-nilai atau norma-norma positif tersebut hingga ditemukan jawaban mengapa norma-norma itu dipilih untuk menjadi norma-norma organisasi.

Implementasi Budaya Organisasi
budaya organisasi (corporate culture)
Setelah norma-norma itu disepakati dalam proses di atas, maka selanjutnya adalah mengkomunikasikan dan melakukan sosialisasi serta mempraktekan secara konsekuen dan konsisten dalam setiap aspek kehidupan organisasi.

Proses Implementasi ini kemudian diteruskan sampai terbentuknya kebiasaan baru dan kemudian menjadi karakter organisasi yang positif.

Proses ini juga bertujuan untuk mengubah budaya individu yang heterogen dari setiap anggota organisasi menjadi budaya kolektif yang relatif homogen, atau yang semula tidak peduli menjadi ramah dan melayani, sehingga organisasi pun menjadi lebih hidup dan lebih produktif.

Sasaran Perubahan Organisasi
budaya organisasi (corporate culture)
Organisasi harus mampu menentukan sasaran perubahan yang diinginkan secara spesifik, namun secara umum sasaran-sasaran organisasi dalam menentukan perubahan meliputi hal-hal di bawah ini.

1.) Untuk merubah sikap dan keterampilan kerja menjadi lebih profesional.
2.) Perubahan peran kerja yaitu merancang kembali pekerjaan karyawan dengan aktivitas dan tanggung jawab yang berbeda.
3.) Untuk tujuan teknologi yaitu dengan memperkenalkan peralatan baru dalam menyelesaikan pekerjaan.
4.) Untuk tujuan strategi kompetitif, yaitu dengan perubahan strategi baru untuk memenangkan persaingan.

Kesimpulan

Jika kita lihat dari penjelasan diatas tentang Bagaimana Budaya Kerja Yang Baik dalam Organisasi atau Perusahaan?

Maka, bisa kita tarik kesimpulan bahwa budaya kerja yang baik adalah budaya kerja yang mampu memberikan konstribusi besar yang positif baik bagi organisasi maupun perusahaan.

Nah, sekarang muncul pertanyaan bagaimana membentuk budaya kerja yang mampu memberikan konstribusi besar yang positif?

yaitu dengan cara mengimplementasikan secara konsisten seluruh norma-norma yang telah dipilih dan ditentukan oleh organisasi atau perusahaan itu sendiri yang telah mereka anggap mampu untuk memberikan perubahan besar bagi berlangsungnya lingkungan kerja yang positif serta mampu menjadi pedoman, ukuran, dan kepatuhan perilaku organisasi sehingga dapat memenuhi sasaran-sasaran spesifik yang diingingkan organisasi atau perusahaan tersebut.

Bagaimana Budaya Kerja Perusahaan-Perusahaan Besar Yang Sukses?

Setelah mempelajari tentang bagaimana budaya kerja yang baik dalam suatu organisasi atau perusahaan, mungkin kurang afdol jika kita tidak luangkan waktu sebentar untuk melihat bagaimana budaya organisasi yang berjalan pada salah satu perusahaan internet paling besar di dunia Google Inc, dan apa yang membuat budaya yang mereka terapkan mampu mendorong para karyawannya untuk berperilaku produktif sehingga mampu memberikan outpun atau hasil yang sangat menguntungkan bagi perusahaan itu sendiri.
Budaya Organisasi (Corporate Culture)
Sebelumnya saya yakin bahwa semua dari kalian juga pasti sudah mengenal perusahaan yang satu ini, bullshit jika kalian bilang belum mengenalnya, karena saya rasa hampir setiap hari kita berurusan dengan dunia maya.

Perusahaan yang begitu populer, memiliki karyawan-karyawan yang tidak usah diragukan lagi keuletannya, serta inovasi-inovasi yang terus berkembang mengikuti kebutuhan-kebutuhan manusia, mereka terus mengisi berbagai macam celah yang sekiranya masih bisa mereka tangani untuk mempermudah dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di sekitar kita.

Google merupakan salah satu perusahaan yang mampu membuat para karyawannya selalu setia, produktif, dan betah bekerja di kantornya. Hal itu dikarenakan google selalu menjaga iklim kerja dan semangat para karyawannya dengan memberikan tunjangan serta fasilitas terbaik bagi mereka.

Budaya kerja yang dibangun oleh google di buat berdasarkan segala hal yang selalu kita perlukan dalam berbagai macam kondisi.

Google berusaha membangun budaya kerja yang sederhana namun mampu membangun lingkungan kerja karyawan yang positif, seperti misalnya dengan menyediakan begitu banyak fasilitas-fasilitas yang ditujukan untuk para karyawannya.

Dan dengan disediakannya fasilitas-fasilitas tersebut, tentu saja akan mempengaruhi budaya kerja di dalam lingkungan perusahaannya itu sendiri, fasilitas-fasilitas tersebut secara tidak langsung akan membangun relasi yang kuat di antara satu karyawan dengan karyawan yang lainnya, sehingga mampu membuat mereka betah dan nyaman serta mampu memberikan konstribusi yang besar bagi perusahaan dengan produktivitas kerja yang tinggi.

Penasaran kira-kira fasilitas apa saja yang diberikan google hingga mampu mempengaruhi budaya kerja para karyawannya? silahkan simak di bawah ini.

Daftarnya dilansir oleh Business Insider

Makanan dan Minuman Gratis

Makan siang gratis di kantor karyawan mungkin hal yang sudah biasa di banyak kantor. Nah, di Google, selain makan siang, sarapan dan makan malam pun selalu tersedia bagi karyawan. Ini karena lokasi kantor Google agak jauh dari restoran. Fasilitas yang satu ini membuat para karyawan bisa menghemat waktu dan uang mereka. Google juga dilengkapi dapur-dapur kecil yang menyediakan kopi, snack, dan minuman bagi para karyawan. Dapur-dapur itu ditempatkan berdekatan dengan ruang kerja karyawan agar karyawannya tak perlu pergi jauh dari mejanya untuk mengambil makanan. Intinya, perut para penghuni Google dijamin selalu kenyang.

Jaminan Kesehatan

Agar karyawannya tetap bugar, Google menyediakan gym dan kolam renang di lingkungan kantornya. Tak tanggung-tanggung, kolam renang itu dijaga oleh petugas khusus untuk memastikan keselamatan para penggunanya. Karyawan Google yang tidak enak badan atau terluka saat bekerja juga bisa membuat janji dengan dokter di Google. Meskipun bekerja di Google terlihat sangat menyenangkan, para karyawan juga punya tanggung jawab yang besar dan dituntut untuk berkinerja baik. Karena itu, pekerjaan juga bisa membuat mereka pusing. Namun, ketika sukses menyelesaikan suatu proyek dengan baik, mereka bisa menikmati bonus pijat selama 1 jam dari therapist yang disewa Google.

Aturan 80/20

Aturan Google yang satu ini sangat terkenal. Google menuntut para karyawannya untuk menghabiskan 80 persen waktu kerja di kantor untuk mengerjakan pekerjaan mereka, dan meluangkan 20 persen sisanya untuk mengerjakan proyek khusus sesuai passion mereka. Artinya, dalam waktu kerja standar selama seminggu, ada satu hari penuh yang dapat mereka gunakan untuk mengerjakan proyek di luar pekerjaan utama mereka. Google banyak mengembangkan teknologi masa depan di Google Labs. Menurut Google, kebanyakan teknologi canggih itu justru berawal dari proyek-proyek "sampingan" para karyawan dalam program 20 persen itu.

Bertemu Banyak Orang Pintar

Karyawan Google adalah orang-orang yang pintar. Di Google, mereka juga terbiasa bertemu dan bekerja dengan orang-orang pintar lainnya, termasuk Larry Page dan Sergey Brin. Para karyawannya juga sudah terbiasa bertemu dan bekerja dengan para pemimpin, pemikir, dan seleb di industri teknologi. Meskipun para karyawannya sudah pintar, Google tetap mendorong mereka untuk selalu belajar. Salah satu buktinya, pintu kamar mandi dan bagian atas urinoir dalam toilet kantor mereka dihiasi berbagai puzzle dan tips seputar coding. Rupanya para karyawan juga percaya bahwa toilet merupakan salah satu tempat terbaik untuk menemukan inspirasi.

TechStop

TechStop adalah unit tech-support yang dijaga oleh para spesialis TI terbaik di Google. Di sana, para karyawan yang mendapat kesulitan berhubungan dengan hardware dan software bisa meminta pertolongan. TechStop buka 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Urusan TI sepele sekalipun akan dilayani di tempat ini, termasuk ketika karyawan lupa membawa charger laptop-nya ke kantor.

Cuti Melahirkan dan Punya Anak

Pepatah "banyak anak banyak rezeki" tampaknya berlaku bagi para karyawan di Google. Sementara kantor-kantor lain hanya memberikan cuti melahirkan kepada para karyawan perempuan, Google juga bermurah hati memberikan cuti "menyambut anak" bagi para karyawan laki-lakinya. Google memberikan hadiah "libur" selama 6 minggu, dan tetap digaji, kepada karyawan laki-laki yang istrinya melahirkan. Sementara itu, kepada karyawan perempuan yang baru melahirkan, Google memberikan libur selama 18 minggu setelah sang anak lahir. Bukan itu saja. Setelah kelahiran sang anak, karyawan juga mendapatkan bonus untuk meringankan biaya-biaya membeli kebutuhan bayi. Setelah sang ibu kembali bekerja, dia bisa membawa bayinya ke kantor dan menitipkannya di fasilitas Day Care yang disediakan oleh google di kantornya.

Tunjangan Kematian

Google menjamin kesejahteraan karyawannya, bahkan sampai mereka meninggal dunia. Ketika ada karyawan yang meninggal dunia, perusahaan akan mencairkan asuransi jiwa karyawan dan memberikannya kepada keluarga yang ditinggalkan. Google juga akan membayarkan setengah dari gaji karyawan tersebut kepada suami/istrinya yang ditinggalkan hingga 10 tahun ke depan. Selain itu, Google juga akan memberikan tunjangan sebesar 1.000 dollar AS yang diberikan setiap bulan kepada anak-anak almarhum.

Nah, saya yakin setelah membaca tentang fasilitas-fasilitas yang diberikan google kepada para karyawannya bukan hanya saya saja yang sangat tertarik untuk dapat bekerja disana, namun sebagian besar atau bahkan semua dari kalian yang membaca ini pun pasti sangat ingin untuk dapat bekerja di tempat seperti itu.

Namun, perlu diingat bahwa dengan diberikannya fasilitas selengkap itu bukan berarti karyawannya dibiarkan untuk berleha-leha dengan menikmati semua fasilitas yang ada, seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa google tetap menuntut karyawannya untuk mampu berinovasi dan bekerja dengan serius.

Adapun fasilitas-fasilitas yang disediakan hanyalah sebagai penunjang produktivitas karyawan, agar karyawan tetap merasa nyaman dan betah bekerja di sana, serta sekali lagi saya ingatkan bahwa secara tidak langsung hal itu dapat mempengaruhi budaya kerja para karyawan-karyawan yang ada di perusahaan google.

Share This Article :
Andhika Pandanu

Hello, I am an online and real world science seeker, and happy to share it.

Follow my social media account
ig : @dhika_dn 

TAMBAHKAN KOMENTAR