TAGARNUANSA

Macam-Macam Sistem Perekonomian Di Dunia

Macam-Macam Sistem Perekonomian Di Dunia
Jumat, 04 Mei 2018
Macam-Macam Sistem Perekonomian Di Dunia
Jika kita jeli dan memperhatikan lebih detail tentang sistem ekonomi di Indonesia tentu kita tahu bahwa negara kita ini menganut salah satu dari berbagai macam sistem ekonomi yang ada di dunia.

Di dunia ini terdapat berbagai macam sistem perekonomian yang dianut di berbagai negara untuk mengatur tatanan perekonomian di negaranya masing-masing.

Nah, untuk lebih jelasnya berikut ulasan tentang Macam-Macam Sistem Perekonomian di Dunia.

1. Sistem Ekonomi Kapitalis

Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, menjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya.

Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi.

Selain itu dalam sistem perekonomian ini, setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya, semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. Semua orang bebas melakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan dengan berbagai cara.

Ciri-Ciri Dari Sistem Ekonomi Kapitalis antara lain :

  • Hak milik pribadi
  • Kebebasan berusaha dan memilih
  • Motif kepentingan diri sendiri
  • Persaingan
  • Harga ditentukan oleh mekanisme pasar
  • Peranan pemerintah terbatas

Contoh negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis antara lain Amerika Serikat, Australia, Jerman, Inggris, Belanda, dan Perancis.

2. Sistem Ekonomi Sosialis

Sistem ekonomi sosialis adalah sistem perekonomian yang memiliki tujuan untuk memakmurkan masyarakat secara merata dan tidak ada penindasan ekonomi.

Pemerintah menguasai dan mengendalikan kegiatan ekonomi, namun hak milik, kebebasan pasar & inisiatif ekonomi individu sangat dibatasi bahkan ditekan.

Dengan kata lain, sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi yang diatur oleh negara. Sistem perekonomian ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab negara atau pemerintah pusat.

Dilansir dari wikipedia, sistem sosialis adalah sistem yang ditandai dengan kepemilikan sosial dari alat-alat produksi dan manajemen koperasi ekonomi serta teori politik dan gerakan yang mengarahkan pada pembentukan sistem tersebut.

Kepemilikan sosial dapat merujuk pada koperasi, kepemilikan umum, kepemilikan negara, serta kepemilikan warga ekuitas atau kombinasi semuanya.

Prinsip Dasar Sistem Ekonomi Sosialis antara lain :

  • Otoritas negara menguasai semua aset masyarakat yang berarti regulasi seputar ekonomi dan kepemilikan harta dilakukan oleh pemerintah.
  • Kesetaraan ekonomi, berarti bahwa masyarakat tidak bekerja untuk kepentingan pribadi, tapi mereka hanya sebagai pegawai pemerintah yang upahnya berasal dari keringat sendiri.
  • Disiplin politik, negara yang menganut sistem ekonomi sosialis, parlemennya sebagai lembaga berhak membuat konstitusi dan regulasinya dikuasai oleh kaum proletarian atau buruh. Mereka ditempatkan oleh partai untuk membuat regulasi yang cenderung berpihak kepada kaum buruh sebagai representasi kaum sosialis.

Ciri-Ciri Dari Sistem Ekonomi Sosialis, diantaranya :

  • Hak milik individu tidak diakui dan lebih mengutamakan kebersamaan
  • Seluruh sumber daya dikuasai oleh negara
  • Kegiatan perekonomian sepenuhnya tanggung jawab pemerintah
  • Produksi dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat
  • kebijakan ekonomi disusun dan dilaksanakan oleh pemerintah
  • Pihak swasta tidak ada yang bisa melakukan kegiatan ekonomi dengan bebas dan mandiri
  • Contoh negara yang menganut sistem ekonomi sosialis misalnya seperti Korea Utara, Kuba, Vietnam, dan China.

3. Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran merupakan gabungan dari sistem ekonomi sosialis dan liberal kapitalisme. Sistem ekonomi ini memberikan kebebasan kepada pihak swasta atau masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi, namun terdapat intervensi atau campur tangan pemerintah atas kegiatan ekonomi masyarakat tersebut.

Pada sistem campuran ini, pihak swasta memiliki fungsi menentukan kegiatan-kegiatan yang ingin dijalankan terkait rencana produksi, jalur distribusi dan target konsumsi, sedangkan fungsi pemerintah terletak pada pengawasan dan pengendalian.

Jadi, antara pemerintah dan pihak swasta memiliki porsi dan perannya masing-masing atas kegiatan ekonomi di suatu negara.

Dan untuk menghindari akibat buruk atau hal tidak menguntungkan yang timbul dari sistem ekonomi terpusat maupun liberal yang tidak terkontrol oleh pemerintah atau lolos dari pengawasan, maka pemerintah rutin melakukan intervensi.

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Campuran :

  • Sumber daya yang penting atau vital, dimiliki dan dikuasai oleh pemerintah
  • Pemerintah yang menetapkan kebijakan dan regulasi terkait masalah ekonomi sebagai sistem pengendalian dan pengawasan
  • Swasta atau masyarakat diberi kebebasan penuh atas kegiatan ekonomi, namun tidak boleh melanggar kebijakan dan regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah
  • Adanya pengakuan atas faktor produksi milik swasta, selama pemakaian faktor produksi tersebut tidak merugikan kepentingan publik
  • Pemerintah bertanggung jawab pada pemerataan penghasilan dan jaminan sosial masyarakat
  • Jenis dan jumlah produksi direncakan oleh swasta namun ditentukan oleh mekanisme yang terjadi di pasar
  • Beberapa negara yang menganut sistem ekonomi campuran antara lain Indonesia, Malaysia, dan Brunei.

4. Sistem Ekonomi Indonesia

Sistem ekonomi Indonesia atau sistem ekonomi Pancasila adalah salah satu tata ekonomi yang dijiwai oleh ideologi Pancasila, yang didalamnya terkandung makna demokrasi ekonomi yaitu kegiatan ekonomi yang dilakukan berdasarkan usaha bersama berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah.

Sistem Ekonomi Pancasila (SEP) merupakan sistem ekonomi yang digali dan dibangun dari nilai-nilai yang dianut dalam masyarakat Indonesia. Beberapa prinsip dasar yang ada dalam SEP tersebut antara lain berkaitan dengan prinsip kemanusiaan dan nasionalisme ekonomi, serta demokrasi ekonomi yang diwujudkan dalam ekonomi kerakyatan dan keadilan.

Ciri Pokok Sistem Ekonomi Pancasila Berdasarkan Pasal 33 Setelah Amandemen 2002 :

  • Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan
  • Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara
  • Bumi dan air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat
  • Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional
  • Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang

Timbulnya beragam Sistem Perekonomian Di Dunia dalam berbagai negara disebabkan karena beberapa faktor tertentu seperti berikut ini.

  • Adanya campur tangan pemerintah pada kegiatan ekonomi
  • Terdapat pada sistem pemerintahan yang dijalankan suatu negara
  • Kepemilikan negara terhadap faktor-faktor produksi
  • Sumber daya yang dimiliki dalam negara tersebut.

Selain 4 hal diatas tentunya mungkin masih ada faktor-faktor lain yang dapat turut serta dalam terbentuknya sistem perekonomian tertentu yang dijalankan oleh suatu negara.

Namun yang paling penting adalah kita sudah paham bahwa sistem perekonomian dapat berubah atau bahkan membentuk suatu sistem perekonomian yang baru dengan begitu cepatnya tanpa kita sadari apa faktor penyebab utama terbentuknya sistem perekonomian tersebut.

Share This Article :
Andhika Pandanu

Hello, I am an online and real world science seeker, and happy to share it.

Follow my social media account
ig : @dhika_dn 

TAMBAHKAN KOMENTAR