TAGARNUANSA

Dampak KKNI Dilihat Dari Sudut Pandang Mahasiswa

Dampak KKNI Dilihat Dari Sudut Pandang Mahasiswa
Selasa, 28 Agustus 2018
image
Artikel ini mewakili suara dari beberapa mahasiswa yang ingin menyampaikan pendapat terkait isu penerapan kurikulum berbasis KKNI
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) adalah kerangka penjenjangan kualifikasi sumber daya manusia Indonesia yang menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan sektor pendidikan dengan sektor pelatihan dan pengalaman kerja dalam suatu skema pengakuan kemampuan kerja yang disesuaikan dengan struktur di berbagai sektor pekerjaan.

KKNI diatur dalam permenristek no.44 tahun 2015.

Jujur saya sebagai mahasiswa angkatan 2016 merasa kudet dan baru tahu perihal KKNI ini semenjak diadakannya sosialisasi terkait perubahan kurikulum dikampus saya pada tanggal 6-11 Agustus 2018 yang lalu.

Dan sesuai kebijakan kampus, pada semester depan (ganjil) kurikulum berbasis KKNI ini akan mulai diterapkan.

Dalam kurikulum berbasis KKNI tentunya ada beberapa hal yang disesuaikan seperti misalnya adanya mata kuliah baru dan mata kuliah yang di hapus, selain itu ada juga mata kuliah yang sksnya bertambah yakni 6sks/mata kuliah.

Dan dengan ditambahkannya jumlah sks, tentunya berdampak langsung terhadap jam perkuliahan mahasiswa itu sendiri.

Sebelum penerapan kurikulum ini, jam perkuliahan baru akan dimulai pukul 07:30, berbeda dengan setelah diterapkannya kurikulum berbasis KKNI yang mengharuskan mahasiswanya untuk masuk lebih awal yakni pukul 07:00.

Bagaimana Sudut Pandang Mahasiswa Yang Baru Mendapat Kurikulum Berbasis KKNI di 2018?

Sebagai pelajar atau mahasiswa yang paham akan kondisi negara kita saat ini, tentunya kita harus apresiasi penuh dengan diterapkannya kurikulum berbasis KKNI ini, namun ada beberapa hal yang sangat disayangkan terkait waktu penerapan yang kami rasa kurang tepat.

Mungkin jika diterapkan lebih awal atau semenjak keluarnya permenristek di tahun 2015 tentang kurikulum ini, akan lebih baik lagi.

Hal ini untuk mengurangi rasa kekecewaan mahasiswa angkatan 2015-2018 yang merasa tertinggal, karena terpaksa harus mengambil sp untuk menutupi mata kuliah baru dari KKNI yang harus diambil.

Selain itu, waktu pengumuman yang bertepatan dengan waktu awal libur perkuliahan memaksa mahasiswa yang baru pulang ke kampung halamannya harus cepat-cepat kembali ke kampus, hanya untuk mengikuti sp mata kuliah baru.

Dan dengan mengambil sp mata kuliah baru ini, tentunya kita juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk daftar di perkuliahan ini.

Pandangan Mahasiswa Terhadap Dosen Lama dan Dosen Baru Terkait KKNI

Terlepas dari permasalahan diatas, ada problema baru yang sepertinya akan dialami mahasiswa baru kedepannya, dan mungkin sudah dialami juga oleh beberapa mahasiswa senior, yakni terkait masalah dosen, kami sebagai mahasiswa jujur sudah mampu menilai bahwa cara mengajar dosen juga perlu diperhatikan.

Apalagi setelah diterapkannya KKNI ini seharusnya dosen mampu memberikan suatu cara penyampaian yang lebih efektif ketimbang sebelum-sebelumnya yang dinilai terlalu monoton.

Dosen baru memang lebih fresh dari cara mengajarnya sehingga ilmu yang mereka ajarkan akan lebih mudah diterima oleh para mahasiswanya, namun bukan berarti dosen lama lebih buruk dari dosen-dosen baru.

Justru dosen-dosen lama yang memiliki pengalaman jauh diatas dosen-dosen baru, harusnya mampu memahami tentang tata cara mengajar yang lebih efektif bagi para mahasiswanya.

Hal ini bertujuan agar KKNI bukan hanya sebagai pemanis saja di kurikulum perkuliahan yang baru, melainkan suatu sistem yang benar-benar memiliki dampak positif baik bagi tenaga pengajarnya maupun bagi mahasiswanya yang menjadi objek sasaran utama dari kurikulum KKNI ini.

Dan terakhir, kami sebagai mahasiswa juga tentunya akan berjuang semaksimal mungkin untuk dapat beradaptasi dengan kurikulum yang baru, hal ini kami lakukan untuk membuktikan bahwa kurikulum baru ini benar-benar efektif bagi kami.

Share This Article :
Andhika Pandanu

Hello, I am an online and real world science seeker, and happy to share it.

Follow my social media account
ig : @dhika_dn 

TAMBAHKAN KOMENTAR