TAGARNUANSA

Menguak Sejarah Memilukan Bangsa Indonesia Melalui Agrowisata Kaligua

Menguak Sejarah Memilukan Bangsa Indonesia Melalui Agrowisata Kaligua
Minggu, 26 Agustus 2018
wisata dan traveling
Jika berbicara mengenai wisata alam di negeri kita, Indonesia merupakan negara yang termasuk unggul dalam ketersediaan destinasi wisata alamnya.

Sebut saja misalnya Kepulauan Raja AmpatPulau KomodoGunung BromoBali, dan masih banyak lagi yang lainnya, semua itu merupakan wisata yang menawarkan tingkat kepuasan penuh kepada para pengunjungnya serta dapat memanjakan mata berkat panorama-panorama alamnya yang luar biasa.

Namun, di kesempatan kali ini yang akan di bahas bukanlah destinasi-destinasi wisata seperti yang disebutkan diatas, melainkan destinasi wisata yang memiliki nilai sejarah yang kental, namun disisi lain juga memiliki panorama yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi.

Agrowisata Kaligua adalah salah satu kawasan wisata di jawa tengah yang memiliki nilai sejarah yang menarik sekaligus layak untuk dikunjungi.

wisata & traveling

Agrowisata Kaligua adalah kawasan wisata agro dataran tinggi yang terletak di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tepatnya di wilayah Brebes bagian selatan.

Agrowisata Kaligua dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) Jawa Tengah dan merupakan diversifikasi usaha untuk meningkatkan optimalisasi aset perusahaan dengan daya dukung potensi alam yang indah.

Sejarah

Perkebunan teh Kaligua merupakan warisan pemerintah kolonial Belanda. Pabrik tehnya dibangun pada tahun 1889 untuk memproses langsung hasil perkebunan menjadi teh hitam. Kebun ini semula dikelola oleh warga Belanda bernama Van De Jong dengan nama perusahaan Belanda John Fan & Pletnu yang mewakili NV Culture Onderneming. Sebagai penghargaan, makam Van De Jong masih terawat sampai saat ini di lokasi kebun Kaligua.

Konon pada saat pembangunan pabrik, para pekerja membawa ketel uap dari Paguyangan menuju Kaligua ditempuh dalam waktu 20 hari. Peralatan tersebut dibawa dengan rombongan pekerja yang berjalan kaki naik sepanjang 17 km. Selama proses pengangkutan tersebut, para pekerja pada saat istirahat dihibur oleh kesenian ronggeng Banyumas. Sampai sekarang setiap memperingati HUT pabrik Kaligua setiap tanggal 1 Juni selalu ditampilkan kesenian tradisional tersebut.

Selain kebun teh, disini juga terdapat situs wisata menarik yang juga memiliki nilai sejarah yang kental, seperti misalnya Goa Jepang yang letaknya tepat di bawah perkebunan teh kaligua.

wisata dan traveling
pintu masuk goa jepang

Goa Jepang dibangung saat pendudukan tentara Jepang di Indonesia sekitar tahun 1942. Menurut keterangan, Goa Jepang dibangun oleh masyarakat sekitar Pandansari dengan sistem kerja paksa (romusha).

Di dalam Goa Jepang terdapat beberapa ruangan yaitu: Pusat Komando, Ruang Tahanan, Ruang Sidang, Ruang Dapur, Ruang Senjata, dll.

Berikut beberapa gambaran Goa Jepang yang berhasil saya dokumentasikan.

wisata dan traveling
ruang hukuman

wisata dan traveling
ruang ritual/mushola

wisata dan traveling
ruang sidang

Cukup sulit untuk mendokumentasikan semua bagian ruangan, karena waktu itu Goa Jepang sedang ramai oleh pengunjung, sehingga hanya beberapa ruangan saja yang berhasil saya dokumentasikan. Namun, jika kalian masih penasaran kalian bisa langsung berkunjung ke sana dan merasakan sensasi dingin di dalam goa yang letaknya tepat di bawah perkebunan teh.

Setelah Goa Jepang mari kita lirik sebentar air terjun kecil yang konon memiliki mitos positif yang dipercaya oleh penduduk setempat.

wisata dan traveling

wisata dan traveling

wisata dan traveling

Untuk melayani wisatawan, pihak perkebunan menyediakan fasilitas homestay (penginapan) yang cukup baik. Di samping itu tersedia pula gedung pertemuan, area outbond, area perkemahan, lapangan olahraga, kafe, pusat layanan kesehatan, sarana ibadah, dan lain-lain. Selain itu, pengunjung dapat memilih beberapa paket wisata yang disediakan.

Perkebunan teh Kaligua berada pada ketinggian 1.200 - 2.050 meter dari permukaan laut. Kondisi udara sangat dingin, berkisar 8-22 °C pada musim penghujan dan mencapai 4-12 °C pada musim kemarau.

Wilayah perkebunan teh ini hampir selalu diselimuti kabut tebal. Perkebunan ini terletak di lereng barat Gunung Slamet (3.432 m dpl), yang merupakan gunung tertinggi kedua di pulau Jawa setelah Gunung Semeru.

Keindahan salah satu puncak gunung Slamet, yaitu puncak Sakub, dapat dinikmati dari perkebunan teh Kaligua ini. Dari tempat ini, jika udara cerah, juga terlihat keindahan Gunung Ceremai, wilayah Tegal, serta Cilacap.

Share This Article :
Andhika Pandanu

Hello, I am an online and real world science seeker, and happy to share it.

Follow my social media account
ig : @dhika_dn 

TAMBAHKAN KOMENTAR