TAGARNUANSA

Berkat Helio P60 Kini Mediatek Terselamatkan Dari Isu Panas!

Berkat Helio P60 Kini Mediatek Terselamatkan Dari Isu Panas!
Kamis, 10 Januari 2019
Berkat Helio P60 Kini Mediatek Terselamatkan Dari Isu Panas!
Menyambut awal tahun 2019, melihat semakin gencarnya para produsen smartphone dalam merebut 3 segmen pasar (rendah, menengah, hingga atas), nampaknya perusahaan chipset mobile pun tak akan luput dari persaingan yang akan berlangsung sengit di tahun ini.

Hal itu, akan nampak jelas dari 2 perusahaan chipset mobile yang namanya sudah sangat kita kenal dalam jagat smartphone saat ini, yakni Qualcomm dan Mediatek.

Membicarakan atau bahkan mendebatkan antara dua merk chipset diatas memang sangat seru dan tak akan pernah sepi sejalan dengan tingginya tingkat penjualan smarthpone dari tahun ke tahun.

Tak dapat kita pungkiri jika memang Qualcomm selalu selangkah lebih maju dari kompetitornya Mediatek, hal itu wajar mengingat Qualcomm menginjak garis start terlebih dahulu jika dibandingkan dengan Mediatek yang terpaut waktu beberapa tahun.

Namun, saya tidak akan terlalu masuk ke dalam sejarah pendirian kedua perusahaan chipset diatas, melainkan hanya akan meluangkan waktu sebentar untuk berbagi pengalaman mengenai chipset dari Mediatek yang selama ini selalu saja diisukan panas oleh sebagian besar orang, tanpa mau tahu perkembangannya secara lebih detail hingga saat ini, dan alhasi hanya menggiring opini negatif secara mutlak jika ada ponsel yang menggunakan mediatek sebagai sektor dapur pacunya.

Saya disini akan berbicara seobjektif mungkin, untuk menghindari kesalahpahaman pembaca atau bahkan penggiringan opini negatif tanpa adanya data dan bukti untuk membenarkan pengalaman saya nanti.

Disini saya akan menekankan pada 5 parameter yang sangat berpengaruh terhadap panasnya suhu pada SoC dan tingkat kemampuannya dalam menjalankan aplikasi dan game pada ponsel, baik itu dari segi grafik maupun performa secara keseluruhan.
1. Fabrikasi

Yang pertama adalah mengenai fabrikasi pada SoC, sebelumnya apakan kalian tahu apa arti dari fabrikasi itu sendiri? jika belum, mari kita pahami pelan-pelan penjelasannya berikut ini.

Fabrikasi adalah teknologi dalam pembuatan microchip. Teknologi yang dimaksud yaitu teknologi untuk menciptakan transistor dengan ukuran yang sangat kecil. Apa hubungannya transistor dengan SoC? SoC disusun atas banyak transistor.

Zaman sekarang transistor yang dipasang berorde nm. Lalu apa efeknya dari transistor? efeknya banyak sekali, mulai dari performa, konsumsi baterai hingga ukuran Chipset itu sendiri.

Logikanya begini:
  • makin besar transistor yang dipakai, maka membutuhkan daya yang besar agar bisa bekerja
  • makin besar transistor yang dipakai dimensi dari chipset juga akan semakin besar
  • makin besar transistor, maka disipasi daya akan lebih besar.

Nah untuk performa mungkin pengembangan dari parameter yang akan dibahas di bawah nanti, dengan besar transistor yang berbeda (yg satu fabrikasi ukuran kecil dan besar) serta konsumsi daya yang berbeda (yang satu irit dan yang satu boros) maka desainer microchip akan lebih memilih chipset dengan fabrikasi kecil sehingga mereka akan menaikkan performa dari chipset tersebut.

Kenapa tidak menggunakan chipset fabrikasi besar? jika menggunakan chipset fabrikasi besar ketika performa dinaikkan, maka konsumsi baterai juga akan boros, jika konsumsi boros maka disipasi daya akan makin besar. Merembet lagi, disipasi daya besar malah chipset akan cepat panas.

2. Arsitektur

Arsitektur merupakan konfigurasi penyusunan komponen sehingga menjadi satu kesatuan IC. Ada 2 jenis arsitektur yang umum dipakai, yakni ARM dan x86.

3. Clockspeed

Parameter clockspeed memang untuk bagian CPU. Namun karena CPU merupakan bagian dari Chipset maka parameter ini mempengaruhi performa dari chipset itu sendiri. Clockspeed itu sendiri berarti kecepatan dari CPU.

Sekarang orde satuannya sudah sampai Ghz(awal-awal smartphone masih MHz). Apa maksud dari satuan Hz? contoh, jika clockspeednya 1Hz maka artinya dalam 1 detik sudah terjadi 1 getaran atau gelombang. Siapa yang menghasilkan? tentu, CPU itu sendiri. Nah jika clockspeednya 1Ghz?? maka CPU akan menghasilkan getaran atau gelombang 1.000.000.000 Hz dalam 1 detik. 

4. GPU

Selanjutnya adalah komponen yang memiliki fungsi sangat vital pada soc, yakni GPU. Unit yang memiliki kepanjangan Graphic Processing Unit ini berfungsi sebagai pengolah grafis agar dapat ditampilkan ke layar smartphone dari beberapa data yang telah diproses.

Apa saja yang diproses oleh GPU? yang utama atau yang pasti adalah UI (User Interface). UI merupakan hasil terjemahan dari banyak kode program yang berjalan sehingga pengguna smartphone tidak perlu melihat kode-kode program saat dieksekusi namun cukup melihat hasil dari kode program tersebut. Selain memproses UI, GPU juga memproses file gambar, video, animasi dan juga game.

5. Core

Yang terakhir adalah Core, yakni jumlah inti dari CPU. Era sekarang sebuah CPU untuk chipset mobile dapat dibuat hingga 10 core dalam 1 CPU. Nah apa fungsi CPU ini? yaitu untuk "ruangan" memproses data. Sementara Thread adalah jalur data yang dapat diproses oleh CPU. Minimal ada 1 thread pada 1core, kadang ada yang bisa 2 thread.

Nah, kalau komputasi adalah jumlah paket data dalam 1 instruksi, yang sering mengacu pada istilah processor 32Bit dan 64Bit. Sedangkan apa maksud dari 32 atau 64 bit itu sendiri?

Sebagai contoh, misalkan 1 instruksi berisi 32bit, dan 1bit berisi 1 nilai yaitu 1 atau 0(salah satu). Sehingga 1 instruksi berisi konfigurasi dari angka 1 atau 0 yang berjumlah 32. Nah jika CPU 32bit, maka dalam 1instruksi dapat memproses 32bit data. Akan makin cepat bila CPU tersebut mampu memproses 64bit.

Hubungan Thread dengan Core yaitu Thread merupakan bagian dari Core. ibaratnya Core ruangannya, kemudian Thread adalah loket untuk pembayaran. Maka data adalah orang yang antri di loket. Jika loket banyak maka orang-orang akan makin banyak yang terlayani sehingga pekerjaan cepat selesai.

Sejauh ini, apakah sudah dapat dipahami? jika belum maka silahkan teman-teman baca lagi sampai benar-benar paham.

Nah, sekarang kita kembali ke pembahasan utama yakni terkait isu panas yang terdapat pada processor Mediatek.

Sebagai gambaran, berikut ini adalah spesifikasi dari chipset Mediatek Helio P60

CPU : 4x ARM Cortex A53, 2 GHz – 2x Cortex A73 2 GHz – 12 nm, 64 bit

GPU : Mali G72 MP3

Kamera : Dual Kamera, maksimal 20 + 16 MP & Single Kamera, maksimal 32 MP

Video : HDR real-time

Display : Full HD+ 20:9

Konektivitas : Wi-Fi 802.11ac, Bluetooth 4.2, LTE Cat.7 Download,  Cat.13 2CA Upload

RAM : Maksimal 8 GB, dual-channel LPDDR4X at 1800 MHz
eMMC 5.1 / UFS 2.1 internal storage

Baterai : Fast battery charging

Dan beberapa ponsel yang telah menggunakan chipset ini diantaranya;


  • Nokia (X5) 5.1 Plus
  • Realme 1
  • Oppo F9
  • Vivo Y97
  • Panasonic Eluga F1

Selain beberapa contoh diatas, tentu masih banyak lagi ponsel-ponsel yang mengusung chipset Mediatek Helio p60.

Dan jujur setelah saya mencoba sebagian besar dari daftar ponsel yang saya telah sebutkan diatas, rata-rata semuanya dapat menjalankan tugas-tugas berat dengan sangat mulus, baik itu untuk multitasking maupun nge-game dengan durasi yang cukup lama.

Dan untuk urusan konsumsi baterai saya rasa Helio P60 ini sudah sangat irit, hal ini berkat fabrikasi 12nmnya, serta untuk isu panas sekali lagi saya tekankan bahwa Helio P60 sudah tidak memiliki suhu berlebihan saat mengoperasikan tugas-tugas berat.

Hal lain yang membuat chipset ini cukup patut diperhitungkan adalah bahwa skor antutu yang dihasilkan bahkan berada diatas rivalnya Snapdragon 636, hal ini mungkin dapat menjadi dilema bagi sebagian konsumen untuk menentukan pilihannya diantara kedua produk tersebut.

Sebagai tambahan saya sarankan kamu untuk melihat review-review di youtube jika masih ragu jika Mediatek Helio P60 sudah sangat bagus dikelasnya bahkan dapat di sandingkan dengan Qualcomm Snapdragon 660.

Share This Article :
Andhika Pandanu

Hello, I am an online and real world science seeker, and happy to share it.

Follow my social media account
ig : @dhika_dn 

TAMBAHKAN KOMENTAR