TAGARNUANSA

Penasaran Kenapa Hp Cina Bisa Murah? Ini Alasannya!

Penasaran Kenapa Hp Cina Bisa Murah? Ini Alasannya!
Selasa, 15 Januari 2019
kenapa hp cina murah
Pernahkah Anda berpikir tentang murahnya harga ponsel yang Anda beli, produk ponsel yang dimaksud disini adalah produk ponsel buatan vendor cina, kenapa bisa lebih murah dari kompetitornya yang berasal dari negara-negara lain? Padahal dari sisi spesifikasi setara satu sama lain dan bahkan ada yang lebih tinggi namun dijual dengan harga miring.

Namun, sebelum saya masuk ke inti artikel ini saya ingin mengingatkan bahwa tulisan ini sama sekali tidak bermaksud untuk merendahkan vendor smartphone manapun, inti dari artikel ini tidak lebih hanya untuk berbagi informasi dan sekedar penambah wawasan saja.

Karena saya pun termasuk salah satu pengguna setia merk-merk smartphone dari negeri tirai bambu ini, seperti misalnya Xiaomi dan Lenovo.

Baca Juga : 4 Fungsi Utama NFC Pada Smartphone Yang Wajib Kamu Ketahui!

Berikut alasan-alasan Kenapa Hp dari Cina Bisa Murah;

1. Teknik Pemasaran Yang Berbeda 180 Derajat

Dalam memperkenalkan produk ke pasar, teknik pemasaran mutlak dibutuhkan oleh perusahaan manapun untuk mendatangkan konsumen yang potensial, tak terkecuali dalam pemasaran produk-produk elektronik termasuk gadget dan barang sejenis lainnya.

Kebanyakan vendor cina umumnya tidak mengadopsi teknik pemasaran yang telah lama dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar di dunia seperti misalnya Samsung dan Apple.

Samsung dan Apple mengalokasikan begitu banyak uang hanya untuk iklan promosi di Tv, dan menjadi sponsor serta menyewa banyak bintang iklan yang tentu harganya tidak murah.

Selain itu, mereka berusaha membangun ekosistem dengan membangun banyak toko dan service center di berbagai wilayah dalam suatu negara yang menjadi target pasarnya.

Bayangkan, sudah berapa besar biaya yang dikeluarkan Samsung dan Apple hanya untuk bagian pemasarannya saja?

Berbeda dengan Samsung, vendor cina, seperti contohnya Xiaomi, memanfaatkan jaringan marketing online dengan sangat baik, dan hal ini sudah terbukti ampuh dalam memangkas biaya pemasaran namun mendatangkan banyak pembeli potensial.

Inilah alasannya, kenapa produk Xiaomi dengan spesifikasi yang sama dengan produk Samsung dalam segmen smartphone, bisa dibeli dengan harga yang lebih murah.

2. Kualitas Yang Semakin Meningkat Namun Minim Riset dan Pengembangan

Negara-negara di Asia memang terkenal sebagai negara peniru bukan negara inovator, dan hal ini sudah terbukti dalam hal apapun tidak hanya produk portable smartphone, namun produk-produk dengan fungsionalitas yang lebih tinggi seperti misalnya kendaraan darat, udara, dan laut.

Mengenai hal ini Anda bisa baca selengkapnya disini.

Salah satu dari Anda tentu sudah tahu bahwa perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka di dunia sebut saja Apple, Google, Microsoft, dan Samsung rutin melakukan penelitian dan pengembangan untuk tujuan peningkatan kualitas dan mutu produk-produk mereka.

Namun, disisi lain vendor-vendor smartphone dari Cina sangat minim dan bahkan nihil dalam hal riset dan pengembangan produk.

Namun hal ini bukan berarti produk mereka jelek, vendor Cina hanya tidak ingin mengeluarkan biaya lebih dan memilih untuk lebih fokus dalam meningkatkan kualitas seperti misalnya dalam sektor spesifikasi ketimbang mementingkan kuantitas.

3. Selalu Memangkas Hal Yang Dirasa Kurang Perlu

Banyak orang yang terlalu fokus pada performa smartphone sehingga selalu menjadikan prosessor sebagai penilaian utamanya dan mengesampingkan hal-hal yang sebenarnya tidak kalah pentingnya dengan prosessor.

Memang hal ini tidak terlalu berpengaruh jika Anda bukan tipe orang yang termasuk teliti dalam membeli produk smartphone, namun ada sebagian orang yang selalu memperhatikan hal-hal detail sebelum membeli produk yang mereka inginkan.

Seperti misalnya kualitas layar, build quality, dan fitur-fitur tambahan lainnya.

Smartphone Cina yang murah tentu akan melakukan pemangkasan dalam hal-hal diatas demi meminimalisir biaya produksi, seperti misalnya penggunaan teknologi layar yang berkualitas rendah ketimbang AMOLED dan IPS yang banyak digunakan oleh vendor terkemuka dan penggunaan fitur NFC yang dihilangkan oleh sebagian besar vendor Cina.

Namun, itu kembali lagi ke kebutuhan masing-masing calon pembeli, khususnya para mobile gamers, jika memang dengan performa yang tinggi saja sudah cocok dan nyaman untuk bermain game berat (PUBG, Fortnite, dan Asphalt 8), kenapa tidak?

4. Selalu Memproduksi Produk Dalam Jumlah Terbatas

Poin ini sebenarnya masih dalam lingkup teknik pemasaran, beberapa vendor Cina umumnya melakukan proses produksi secara terbatas.

Hal ini bukan tanpa tujuan, selain untuk menghindari terbuangnya biaya secara sia-sia jika ada produk yang tidak laku seperti misalnya yang telah dialami oleh Apple beberapa tahun belakangan, mereka juga membuat para pembelinya terpengaruh untuk segera membeli produknya karena takut kehabisan stok karena terbatasnya jumlah unit yang diproduksi.

5. Bahan Baku dan Tenaga Kerja Kompetitif

Apakah Anda pernah bertanya-tanya mengapa kebanyakan produk bertuliskan "Made in China"?

Jika "Ya", maka Anda pun sama dengan saya, karena saya sendiri pun pernah terheran-heran kenapa Cina begitu mendominasi dalam berbagai produk.

Usut punya usut ternyata Cina merupakan negara dengan limpahan bahan baku yang luar biasa, selain itu mereka memiliki infrastruktur, pelaku industri, dan tenaga kerja yang sangat kompetitif. Hampir semua brand smarphone memiliki industri manufaktur di China.

Itulah alasannya mengapa brand sekaliber Samsung sekalipun banyak komponen-komponennya seperti misalnya baterai dan casing yang berlabel "Made in China".

Kesimpulan

Saya hanya ingin mengingatkan kepada Anda bahwa perkembangan teknologi saat ini sudah sangat pesat berbeda dengan tahun 2000-an, jika pada kala itu banyak ponsel-ponsel Cina yang berkualitas rendah bukan berarti Anda berhak untuk menjudge ponsel Cina pada masa sekarang, karena hal itu sudah sangat berbeda bahkan 360 derajat.

Baca Juga : Berkat Helio P60 Kini Mediatek Terselamatkan Dari Isu Panas!

Jika Anda menjadikan pengalaman buruk suatu produk sebagai tolak ukur, maka Samsung dan Apple pun bisa kita jadikan contoh, karena justru salah satu produk mereka pernah mengalami hal yang merugikan bagi konsumennya seperti misalnya insiden meledaknya Samsung Galaxy Note 7 dan Apple 6.

Jadi sekali lagi, seperti yang sudah saya singgung pada poin nomor 3 diatas, belilah smartphone sesuai kebutuhan bukan sesuai gengsi dan mengikuti tren.

Jika memang sanggupnya membeli smartphone dikisaran 2 juta kebawah, maka saya lebih sarankan untuk memilih produk dari vendor-vendor Cina ketimbang Samsung dan yang lainnya, alasannya saya rasa Anda sendiripun sudah tahu.

Namun, jika ada budget lebih, tidak ada salahnya juga Anda mempertimbangkan untuk memilih smartphone dari Samsung dan Apple, karena memang mereka unggul dari segi build quality dan fitur yang melimpah.

Dan terakhir saya hanya ingin mengingatkan bahwa menjadi fanbase dari salah satu merk diatas sama sekali tidak keren, apalagi jika Anda sampai fanatik dan saling menjelekkan satu sama lain, padahal dibayar pun tidak sama sekali.

Jadilah pengguna smartphone yang bijak, tanpa merendahkan satu sama.

Share This Article :
Andhika Pandanu

Hello, I am an online and real world science seeker, and happy to share it.

Follow my social media account
ig : @dhika_dn 

TAMBAHKAN KOMENTAR