TAGARNUANSA

Perpustakaan Unik Ini Sukses Mendongkrak Minat Baca Generasi Muda

Perpustakaan Unik Ini Sukses Mendongkrak Minat Baca Generasi Muda
Sabtu, 12 Januari 2019
Perpustakaan Unik Ini Sukses Mendongkrak Minat Baca Generasi Muda
Apa yang kamu pikirkan pertama kali saat berencana untuk berkunjung ke sebuah perpustakaan?

Pasti kebanyakan orang berpikir bahwa perpustakaan adalah tempat yang selalu tertutup dalam suatu bangunan dilengkapi dengan pendingin ruangan dan wifi seperti halnya perpustakaan-perpustakaan yang ada di kebanyakan kampus di Indonesia.

Namun, perlu kita ketahui bahwa perpustakaan seperti itu seringkali tidak mampu menjangkau semua kalangan masyarakat khususnya kalangan bawah, dan memang hal ini pun berbanding lurus dengan minimnya minat baca masyarakat di Indonesia.
Oleh karena alasan itulah, muncul beberapa kalangan pemuda kreatif dan inovatif yang memberikan nuansa baru terhadap wujud dari perpustakaan yang mampu menjangkau semua usia baik anak-anak hingga dewasa dengan berbagai tingkat ekonomi dan sosial.

1. KOLECER (Kotak Literasi Cerdas) & CANDIL (Maca Dina Library)

Perpustakaan Unik Ini Sukses Mendongkrak Minat Baca Generasi Muda

Berlokasi di Sempur Park Bogor, perpustakaan mini yang di rilis oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini sukses mendapatkan apresiasi yang tinggi dari masyarakat sekitar,

KOLECER yang dalam bahasa sunda bermakna baling-baling, merupakan street library, yakni sebuah inovasi perpustakaan mini terinspirasi dari kotak telepon di negara Inggris yang bisa memuat 80 buku dengan tujuan sebagai wadah masyarakat Jawa Barat yang sulit mengakses ke perpustakaan umum.

Sedangkan CANDIL adalah aplikasi e-library berbasis android milik Pemerintah Jawa Barat yang berisi buku dalam bentuk elektronik dari para pengarang yang berasal dari Jawa Barat dan nasional di antaranya Ridwan Kamil, Andy F. Noya, Bima Arya dan masih banyak lagi.

Dan yang paling menarik dari perpustakaan ini adalah warga Bogor maupun pengunjung dapat menikmatinya secara free alias gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun.

2. Taman Baca Masyarakat (TBM) Kolong

Perpustakaan Unik Ini Sukses Mendongkrak Minat Baca Generasi Muda

Sekilas dilihat dari namanya saja perpustakaan ini sudah terdengar unik dan lucu, karena ada penambahan kosa kata "kolong" dibelakangnya.

Namun, penambahan kata tersebut bukanlah tanpa alasan, hal ini dikarenakan letaknya yang berada persis di bawah (kolong) jalan layang ciputat.

TBM Kolong ini, didirikan oleh mahasiswa dan mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang tergabung dalam Komunitas FISIP Mengajar.

Ide awal didirikannya TBM Kolong itu sendiri dikarenakan adanya kesadaran dari mahasiswa UIN terhadap keberadaannya di wilayah Tangsel yang belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat sekitar.
Yang unik dari perpustakaan mini ini adalah adanya fasilitas tambahan berupa lapangan futsal untuk menambah jumlah pengunjung agar semakin ramai dan menarik, dan hingga saat ini jumlah buku yang ada di TBM Kolong mencapai 1.020 buku.

3. Taman Bacaan Apung Ayodya

Perpustakaan Unik Ini Sukses Mendongkrak Minat Baca Generasi Muda

Bukan hanya Provinsi Banten dan Jawa Barat, Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta pun kini memiliki sebuah Taman Baca Apung yang terletak di dalam kompleks Taman Ayodya, Jakarta Selatan.

Yang unik dari perpustakaan ini adalah posisinya yang terapung di atas air danau Taman Ayodya, sehingga dapat memberikan nuansa yang berbeda bagi para pengunjungnya.

Fasilitas ini dihadirkan agar masyarakat lebih senang dan menjadi sering datang ke taman. Inovasi tersebut, juga bertujuan untuk membuat para pengunjung dapat bersantai sekaligus menambah ilmu ketika mendatangi kawasan bermain itu.

Taman Ayodya terbuka untuk umum setiap hari dan tidak ada tiket masuk. Di sana juga tersedia kuliner yang terjangkau harganya. Taman baca hasil kerja sama dengan Suar Artspace, Ikatan Arsitek Indonesia, Holcim, Kelas Pagi Jakarta, dan Airmas Asri ini telah diresmikan sejak tahun 2015.

4. Perpus Trotoar Lamongan

Perpustakaan Unik Ini Sukses Mendongkrak Minat Baca Generasi Muda

Setelah fokus di pulau Jawa bagian barat, sekarang saatnya kita bergeser untuk menilik salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur, yakni Lamongan.

Karena di daerah inipun banyak pemuda-pemudi yang tidak kalah kreatif dalam menyajikan bahan bacaan yang layak bagi masyarakat.

Saat dunia digital terus merengsek masuk ke berbagai kalangan di Indonesia, ada sebuah komunitas yang peduli tentang perlunya menumbuhkan kembali minat baca di masyarakat, khususnya anak-anak yang sudah sangat melekat dengan gadget.

Berbeda dengan 3 jenis perpustakaan diatas, Perpus Trotoar ini menyebarkan buku-bukunya di trotoar jalan, sehingga dikenal dengan sebutan Komunitas Perpus Trotoar.

Karena masih terbatasnya literatur bacaan disebabkan jumlah buku yang relatif minim, komunitas ini memfokuskan target kepada anak-anak terlebih dahulu ketimbang kepada kalangan remaja dan dewasa.

Namun, kita patut apresiasi karena hingga saat ini mereka masih berusaha untuk mendatangkan banyak buku dengan berbagai permintaan bantuan ke pihak-pihak yang terkait, seperti misalnya ke Perpustakaan Daerah Lamongan, selain itu mereka juga aktif di media sosial.

Sehingga apabila literatur bacaan sudah memadai, mereka dapat melebarkan sayapnya untuk memperluas target usia remaja hingga dewasa.

Nah, itulah beberapa perpustakaan unik yang ada di berbagai daerah di Indonesia, tujuan dari didirikannya perpustakaan-perpustakaan tersebut secara garis besar memang untuk meningkatkan minat baca warga masyarakat yang tinggal di daerah-daerah tersebut.

Namun tentunya dengan adanya perubahan wujud dari perpustakaan itu sendiri diharapkan mampu memberikan kesan yang berbeda sehingga masyarakat tidak jenuh untuk membaca buku dalam waktu yang lama.

Share This Article :
Andhika Pandanu

Hello, I am an online and real world science seeker, and happy to share it.

Follow my social media account
ig : @dhika_dn 

TAMBAHKAN KOMENTAR