TAGARNUANSA

Tips Agar Terhindar Dari Investasi Bodong

Tips Agar Terhindar Dari Investasi Bodong
Senin, 28 Januari 2019
cara terhindar dari investasi bodong
Investasi merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang cukup menarik jika kita dapat mengelolanya dengan bijak.

Walaupun tergolong baru dalam dunia investasi, saya sedikit banyak telah cukup mengerti dan paham mengenai ciri-ciri perusahaan yang layak untuk dijadikan pilihan investasi dan perusahaan yang bagaimana pula yang tidak layak untuk kita jadikan pijakan.

Investasi ini cakupannya luas, mulai dari jenis-jenisnya, jangka waktunya, fungsi-fungsinya, dan berbagai macam lembaga yang menyelenggarakannya.

Walaupun terbilang menguntungkan, namun investasi bukanlah kegiatan yang tanpa adanya risiko, karena melibatkan pihak ketiga, risiko terkait investasi yang kita lakukan pasti akan selalu ada.

Mungkin Anda pernah atau bahkan sering mendengar istilah "high risk, high return", dan dalam kegiatan investasi hal ini adalah lazim.

Baca Juga : Tips Memulai Bisnis Investasi Rumah Kontrakan Bagi Pemula

Nah, untuk itulah sangat penting bagi Anda untuk mengetahui hal-hal apa sajakah yang memiliki kecenderungan untuk mendatangkan kerugian bagi investasi yang Anda lakukan, agar dapat lebih berhati-hati dalam memilih perusahaan yang menawarkan jasa investasi bagi Anda.

Tips Agar Terhindar Dari Investasi Bodong

#1 Perhatikan hasil yang diperoleh dari instrumen investasi, berhati-hatilah kalau imbal hasilnya tinggi sekali, apalagi jika keuntungan yang besar tersebut dijanjikan dalam waktu yang sangat singkat.

#2 Telusuri legalitas izin usaha produk atau perusahaan. Sejauh ini, otoritas yang berwenang mengeluarkan izin produk investasi adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

#3 Perhatikan cara kerja produk investasi, jika hanya diminta diam di rumah tanpa menunjukkan proses kerja investasi, maka produk tersebut patut dipertanyakan.

#4 Apabila produk tersebut bergerak di luar sektor keuangan, maka masyarakat perlu menelusuri struktur pengelola dan pengurusnya.

Tips Aman Berinvestasi Dari Laman Resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK);

#1 Jangan cepat tergiur dengan janji keuntungan yang tidak wajar. Contohnya: tingkat keuntungan besar dan pasti tidak akan merugi (misal: 5% keuntungan dari nilai investasi perbulan).

#2 Pastikan orang/perusahaan yang menawarkan investasi telah memiliki izin salah satu lembaga yang berwenang (Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), dan Kementerian Koperasi dan UKM).

Baca Juga : Menilik Usaha Soft Ice Cream, Lengkap Dengan Analisa SWOT dan Keuangan

Contohnya :

Pada penawaran produk Pasar Modal (efek/surat berharga) atau produk Perbankan, perusahaan atau bank yang menawarkan harus memiliki izin usaha dan tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pada penawaran produk komoditi berjangka, perusahaan tersebut harus memiliki izin usaha dan tercatat di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), Kementerian Perdagangan RI.

Apabila koperasi menawarkan investasi, koperasi tersebut harus memiliki izin usaha dan tercatat di Kementerian Koperasi dan UKM.

#3 Perlu diketahui bahwa Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) bukanlah izin untuk melakukan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi.

Jika anda, mengetahui atau menerima tawaran penghimpunan dana dan pengelolaan investasi yang tidak wajar, segera laporkan ke pihak yang berwenag atau hubungi ke nomor telepon 157.

Share This Article :
Andhika Pandanu

Hello, I am an online and real world science seeker, and happy to share it.

Follow my social media account
ig : @dhika_dn 

TAMBAHKAN KOMENTAR